Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat pada tanggal 17 Juni 2013 bertempat di Hotel Handayani Aimas melakukan pertemuan dengan lembaga-lembaga swadaya maupun pemerintah yang bekerja di wilayah SM, Jamursba medi dan Warmon Kabupaten Tambrauw untuk melakukan penyusunan rencana aksi kegiatan yang akan dilakukan di pantai Jamursba medi dan sekitarnya, termasuk program-program pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi sekaligus sinkronisasi kegiatan yang dilakukan di lapangan oleh masing-masing lembaga. Lembaga yang turut hadir antara lain WWF Indonesia Kantor Sorong yang selama ini bekerja di sana, BHL (Birth head Leatherback) -UNIPA, dan dari pemerintah daerah Tambrauw dalam hal ini diwakili oleh Dinas Kelautan dan Perikanan. pertemuan yang berlangsung selama satu hari ini mengahasilkan rencana aksi tiap-tiap lembaga yang bekerja di SM. Jamursba medi dan Warmon, dalam bentuk matriks kegiatan bersama. Tindak lanjut kegiatan selanjutnya akan dievaluasi oleh BBKSDA Papua Barat Wilayah I dibawah pimpinan Bapak Dani Pattipeilohi, MSi. (HF)
Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Jeen Womom di Tambrauw Papua Barat dengan nama Pengelolaan : TAMAN PESISIR
Jumat, 30 Agustus 2013
Rabu, 26 Juni 2013
Tokoh Masyarakat Saubeba- Warmandi meminta jalan trans Papua Barat yang melewati Kawasan SM, Jamursba Medi dilanjutkan
Pemda Tambrauw melalui Dinas Kelautan dan perikanan memfasilitasi pertemuan Masyarakat pemilik hak ulayat di sekitar Pantai Peneluran SM. Jamursba Medi dan Warmon, terkait Pencadangan Taman Pesisir Abun sebagai kawasan konservasi. pada tanggal 13 Juni 2013 di Aula Kantor Bupati sementara di Sausapor. Dalam pertemuan ini Bupati menyampaikan arahan terkait kawasan Jamursba medi dan rute perjalanan dari penyu belimbing yang bertelur di Jamursba medi dan meminta dukungan dari masyarakat terkait Taman Pesisir. selanjutnya mendengar aspirasi dari Masyarakat di tiga kampung : Saubeba, Warmandi dan Wau. Dalam pertemuan tersebut juga dipertemukan masyarakat dengan Yayasan WWF Indonesia perwakilan Sorong, sempat terjadi ketegangan terkait tuduhan masyarakat kepada WWF, namun demikian situasi kembali tenang setelah diarahkan oleh Bupati.
Masyarakat yang hadir menuntut agar jalan yang telah melewati pantai JM sejauh 10 Km tersebut dilajutkan saja, karena mereka sudah terlanjur rugi dengan tanaman dan tanah mereka yang dibangun jalan tersebut. desakan kian keras dari masyarakat sehingga Bupati Tambrauw mengusulkan kepada masyarakat agar membuat surat kepada BBKSDA Papua Barat yang akan ditandatangani oleh Bupati sendiri.
Dilain pihak dari pihak BBKSDA Papua Barat, dalam penyidikan Polisi Kehutanan diketahui bahwa kontraktor telah menyalahi izin pembuatan jalan trans papua barat yang seharus tidak melewati kawasan konservasi tersebut, namun oleh kontraktor melewati kawasan konservasi yaitu SM Jamursba Medi. saat ini penyidikan hampir sampai pada penetapan tersangka (HF)
Kamis, 21 Maret 2013
Penyu Belimbing yang Bertelur di Januari 2007 kembali bertelur di Februari 2013
Berdasarkan hasil monitoring malam hari Tim WWF Kantor Sorong ditemukan penyu belimbing betina yang sebelumnya bertelur di Januari 2007 kembali bertelur di bulan Februari 2013 dengan nomor PIT Tag 132 xxx x45 (A), selain itu juga ditemukan penyu yang bertelur ditahun 2008, 2010 dan 2012. Dengan demikian penyu belimbing yang kembali bertelur pada musim 2013 di Pantai Warmon pada interval waktu bertelur sekitar 1-6 tahun.
Abrasi di pantai Warmon mempengaruhi kehadiran penyu di pantai
Dalam kegiatan monitoring Bulan Februari - Maret 2013, Tim monitoring WWF Kantor Sorong, melaporkan terjadinya abrasi air laut disepanjang pantai Warmon terutama di Sektor 8 - 28 atau sepanjang 1 km, selain itu di beberapa titik terjadi juga abrasi yang mengakibatkan tebing-tebing di pasir. tebing-tebing yang tercipta akibat abrasi di pantai (lihat Gambar) menghambat penyu yang naik bertelur, dan mengakibatkan aktivitas eror (tidak bertelur). Tercatat hanya 49 sarang penyu Belimbing di Bulan Februari 2013 (hf)
Senin, 14 Januari 2013
Jalan trans Papua di Pantai Utara Kepala Burung Pulau Papua telah memasuki kawasan Suaka Marga Satwa Jamursba Medi Sejauh 5 Km
Upaya mempertahankan keaslian pantai peneluran penyu belimbing di Pantai Jamursba Medi yang adalah Kawasan peneluran penyu belimbing terbesar di Pasifik Barat dapat dikatakan gagal. Mengapa demikian ? hal ini ditandai dengan kegiatan pembangunan jalan Trans Papua di Pantai Utara Kepala Burung Papua Barat yang telah memasuki Kawasan Suaka Marga Satwa Jamursba Medi sejauh lebih dari 5 Km. Setelah melakukan tinjauan langsung oleh BBKSDA dan WWF Indonesia baik lewat udara maupun darat terlihat bahwa kegiatan pembangunan jalan terus terjadi hingga mencapai lebih dari 5 Km (segmen pantai Wembrak dan Baturumah). Berbagai upaya persuasif telah dilakukan oleh BBKSDA dan WWF Indonesia antara lain bertemu dengan Pemda Kabupaten Tambrauw hingga menyurat ke Gubernur. Namun hal ini tidak diindahkan oleh pihak kontraktor jalan, sehingga tindakan tegas telah dilakukan oleh Balai besar KSDA Papua Barat dengan mengirimkan tim SPORC polisi kehutanan untuk melakukan penghentian sekaligus penyidikan di lokasi (SM. Jamursba medi) pada akhir bulan Oktober 2012. Tindakan ini walaupun terlambat namun mampu menghentikan aktivitas pembangunan jalan yang melewati Pantai peneluran penyu belimbing.
Sebenarnya bukan pembangunan jalannya yang ditentang oleh Balai Besar KSDA dan WWF, yang dipermasalahkan adalah rutenya yang seharusnya tidak melewati kawasan konservasi yang penting. Semoga dengan hal ini pihak PU atau Balai Jalan Raya yang menangani pembangunan jalan trans Papua bisa mengalihkan rute pembangunan jalannya, sehingga ekosistem di SM. Jamursba Medi bisa kembali pulih, walau dalam waktu yang lama. HF
Pemerintah Daerah Tambrauw Memasang Papan Himbauan Tentang penyu Belimbing di Pantai Warmon
Langkah positif dilakukan Pemda Kabupaten Tambrauw di akhir tahun 2012 untuk melindungi kawasan pantai peneluran penyu belimbing yang adalah aset penting pemerintah daerah kabupaten Tambrauw, yaitu dengan pemasangan papan himbauan utuk melindungi pantai peneluran penyu belimbing di Pantai Warmon. kegiatan pemasangan papan himbauan ini dibantu oleh petugas WWF yang sementara melakukan monitoring di pantai tersebut dan juga masyarakat lokal yang mendiami pantai Warmon. Papan himbauan yang dipasang berjumlah 6 buah yang dipasang disektor-sektor tertentu yang strategis agar dapat dibaca oleh masyarakat yang melintas kawasan tersebut (lihat Gambar). HF
Musim Peneluran penyu Belimbing di Pantai Warmon Tahun 2012 yang sepi
Memasuki musim peneluran penyu belimbing di pantai Warmon di tahun 2012 ini tercatat semakin sepi hal ini terlihat dari jumlah Jejak penyu belimbing yang bertelur di pantai Warmon hanya 7 sarang. dibandingkan tahun 2011 yang tercatat 27 sarang, penurunan pun terjadi bulan November 2012 ini.
Berbagai alasan dapat menjadi penyebab terjadi penurunan ini antara lain kematian akibat perburuan masyarakat induk betina penyu belimbingyang bertelur di pantai diluar Pantai Jamursba medi dan Warmon. seperti yang terjadi di pantai Saukorem di bulan April 2012 dan juga perburuan tradisiaonal di Kepulauan Kei. Dan tentunya pasokan tukik yang kembali ke laut mengalami penurunan 10 tahun terakhir ini.
Langganan:
Postingan (Atom)
Sah! Gubernur Papua Barat Keluarkan PERGUB UPTD TP Jeen Womom
Penantian yang ditunggu Pemerintah Kabupaten Tambrauw terjawab sudah, setelah ditetapkan Menteri menjadi Taman Pesisir Jeen Womom pada Des...
-
Sebagian masyarakat Kabupaten Tambrauw daerah pesisir yang masih awam, menyebutkan bahwa penggunaan taging (biasa disebut “penen”), adalah ...
-
Kementrian kelautan dan Perikanan RI melalui Loka PSPL Sorong memberikan bantuan peralatan dan bahan untuk kegiatan kelompok konservasi ...
-
Kalau kita bertemu induk penyu belimbing saat naik bertelur di pantai, kita akan melihat cairan kental bening yang keluar dari matan...