Rabu, 25 Januari 2012

CARA MENGURANGI ANCAMAN TERHADAP PENYU DI ABUN


Tujuh jenis penyu   yang masih hidup di dunia, empat diantaranya  berada di Kepala Burung Papua Barat.  Antara lain penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik semu, penyu hijau, dan penyu sisik.  Ancaman terhadap penyu  bervariasi  terutama yang dilakukan oleh manusia, baik langsung maupun tidak langsung.  Ancaman yang datang  muncul di tiap tingkatan umur penyu.  Ancaman terhadap   penyu dewasa dan juvenil sering tertangkap oleh  jaring / pukat dan long line. Ancaman terhadap telur dan penetasannya, degradasi dan hilangnya habitat peneluran dan  ancaman oleh polusi  air laut. Ancaman yang datang mampu merusak  dan mengurangi populasi secara terus menerus  bagi juvenil maupun penyu dewasa.  Aturan-aturan yang dibuat sering tidak efektif dan tidak familiar dengan masyarakat karena pendekatan konservasi kebanyakan  dibuat dari atas ke bawah (top – down).   Sehingga kurangnya dukungan dari masyarakat untuk mengerti  prinsip konservasi.  Oleh karenanya perlu dibuat aturan  konservasi yang berbasis masyarakat yang melibatkan perubahan perilaku dan  cara pandang, tidak ada dari keduanya yang dapat terjadi dengan mudah.


Merubah Perilaku
Satu tantangan yang terbesar dan paling kompleks dalam kegiatan konservasi  penyu adalah merubah perilaku atau kebiasaan  dari masyarakat pesisir lokal yang secara alami menggunakan sumberdaya  species yang terancam punah yang penting  untuk keberlangsungan hidup mereka.   Perilaku yang terutama tentunya yang berkaitan dengan mata pencaharian yang  diharapkan dapat dirubah  sehingga secara langsung atau tidak langsung tidak mempengaruhi species yang sedang dilindungi.  Perlu ditemukannya mata pencaharian alternatif yang tidak mengganggu penyu  namun menguntungkan bagi masyarakat lokal.

Menilai dan mengerti kebutuhan dasar Masyarakat Maupun potensi keuntungan dari program
Dalam menetapkan program konservasi, sangat penting melihat hubungan sosial budaya dari masyarakat lokal,  untuk mengusulkan alternatif yang layak, perlu untuk mempelajari dan memahami kebutuhan yang paling penting dari setiap komunitas, menghormati budaya lokal, dan menganalisis peran penyu dalam menghasilkan pendapatan keluarga. menciptakan lapangan kerja dan sumber-sumber ramah lingkungan baru disesuaikan dengan individu masing-masing komunitas adalah cara yang realistis untuk mempromosikan konservasi tidak hanya penyu  laut, tetapi dari ekosistem secara keseluruhan.


Jalan alternatif dari kehidupan ini hanya dapat diidentifikasi dan dimengerti ketika manager program tinggal bersama dengan masyarakat lokal. Dengan berpartisipasi dari hari ke hari dan dalam pertemuan-pertemuan  dengan pemimpin-pemimpin lokal, akan mendapat banyak informasi dari setiap interaksi yang dilakukan.  Dengan terlibatnya masyarakat dalam perwakilan program konservasi dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan dukungan dari pemerintah dan organisasi non pemerintah  meliputi pembangunan perkelanjutan, kesehatan, pendidikan dan akibat lain dari konservasi.
Manager program dapat mendorong keberadaan organisasi masyarakat lokal, di tingkat kabupaten, kelompok nelayan, sekolah, perusahaan atau produsen regional untuk mendukung secara bersama-sama kegiatan konservasi yang pada akhirnya sama-sama mendapat keuntungan

Mengembangkan Program Alternatif Dan Sumber-Sumber Pendapatan Baru

Kegiatan program konservasi dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat jika keadaan setempat (pelatihan, materi yang tersedia) dianggap memadai. kegiatan-kegiatan tersebut, mulai dari produksi untuk pendidikan, dapat memberikan penghasilan dan menyebarluaskan informasi dan budaya, mempertinggi kesadaran lingkungan dan mempersiapkan generasi baru untuk masa depan.  produksi dan pemasaran produk-produk yang berorientasi konservasi berdasarkan program konservasi spesies telah disediakan dan alternatif untuk pembiayaan kegiatan tersebut melalui hubungan langsung dengan masyarakat, dengan tujuan yang terpikir, perusahaan kecil memproduksi pakaian (t-shirt, topi, pantai pakai) atau kelompok pengrajin dapat diselenggarakan oleh program konservasi atau didorong untuk bekerja sebagai koperasi atau individu, selalu bertujuan untuk memasukkan orang sebanyak mungkin.

Sebelum memulai kegiatan-kegiatan tersebut, anggaran harus diproyeksikan yang akan mendukung mereka sampai mereka menjadi mandiri.  Ada banyak cara untuk membiayai program sosial tertentu, termasuk pemerintah antar-bank pembangunan, lembaga swadaya masyarakat, dan sumber-sumber pemerintah lain. Kegiatan terpadu, seperti produksi t-shirt bekerjasama dengan kelompok daur ulang kertas yang produknya digunakan untuk  kemasan, membuat lebih efisien penggunaan talenta lokal, meningkatkan profitabilitas dan memperluas cakupan program pendidikan.  Banyak keuntungan yang bisa dibawa masuk oleh anak dan pemuda lokal (sepanjang tugas mereka untuk sekolah tidak terhambat) jaringan antara konservasi pariwisata sangat cocok dikembangkan oleh masyarakat (sepanjang infrastruktur dan akses tersedia)  dapat menjadi keuntungan langsung bagi ekonomi masyarakat.  

Program kegiatan pusat pengunjung akan  memberikan peluang untuk kontak langsung antara warga, pengunjung, dan penyu laut. Pusat kunjungan didalamnya bisa dibuat, museum kecil, toko eceran, memamerkan juga  kandang yang berisi species lokal, siklus hidupnya, dan tentu penjelasan biology dan statusnya, maupun aktivitas program  hal ini sangat penting sebagai bahan pendidikan maupun kampanye penggalangan dana.  Semua harus berkharakteristik budaya lokal . 

Mempekerjakan masyarakat untuk melakukan konservasi dan pengelolaan penyu laut  tidak hanya menyediakan sumber pendapatan alternatif,  tapi juga membuat tata kelola  sumber daya di masa depan oleh masyarakat menjadi mungkin.


Mengubah Cara pandang

Dalam membangun program konservasi, penting untuk mengidentifikasi di mana ada kesenjangan dalam cara pandang konstituen yang dituju, dari masyarakat setempat sangat diperlukan untuk program konservasi, seperti sektor lain dari masyarakat, termasuk politisi, kepentingan perusahaan, komunitas ilmiah, yayasan, lembaga donor, sponsor, dan pembuat opini secara umum. Dukungan publik melanggengkan program konservasi, dan akibatnya, meningkatkan kelangsungan hidup penyu laut dan sumber daya target lainnya.


Lingkungan Komunikasi dan Pendidikan

Promosi dan pengembangan kampanye pendidikan dapat dilakukan menggunakan bermacam-macam alat,  seperti pemasaran (publisitas, relasi publik, acara, perdagangan), media masa (radio, televisi, koran, majalah) dan lainnya, termasuk multi media, poster, pameran, presentasi lisan, debat, dan publkasi inisiatif program. Banyak politikus, pengusaha, dan pimpinan lembaga diantaranya pasti memiliki kesempatan untuk belajar tentang program  konservasi yang dilakukan melalui media yang ada.  Program konservasi harus menyerap dan menggunakan semua alat-alat komunikasi modern yang tersedia, seperti lembaga-lembaga publik dan swasta lain,

Relatif mudah mengambil gambar penyu laut dibanding hewan lain dialam, ini adalah aspek posotif yang menggunakan aspek visual dalam kampanye publik.  Gambar induk penyu, juvenil berenang dan mencari makan dan merakak dalam bertelur di pasir, merupakan tayangan  yang bagus untuk dimunculkan secara positif yang berdampak pada opini masyarakat.  Sponsor lebih tertarik lagi dalam program keuangan yangmenyediakan pasar yang potensial menguntungkan.  Dimana hasil dan capaiannya dapat dipublikasi. 

Kualitas photography yang bagus sangat penting untuk dipamerkan dan dibicarakan. Ini juga berguna  untuk kita menyusun materi ajar dan menyediakan gambar untuk koran maupun majalah. 

Mereka yang bekerja di lapangan yang paling mungkin untuk mendokumentasikan fenomena alam, dengan demikian, itu selalu merupakan investasi yang berharga untuk memasukkan peralatan fotografi berkualitas tinggi dan video dalam anggaran proyek.presentasi dengan hasil photograpy, video multi media dan sumber daya yang lain menjadikan  pencitraan yang baik untuk dikunjungi.

Dukungan untuk program konservasi dalam hal aspek hukum perlindungan dijamin melalui hubungan yang stabil dan konstan dengan pemerintah. Konservasi penyu laut juga dipromosikan dengan menggunakan teknik lobi yang berusaha untuk mendidik sektor pemerintah dan menunjukkan kerjasama yang mungkin.  Juga penting untuk melibatkan politisi terkenal di isu lingkungan, untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan berbagi hasil positif.  Prioritas dalam tujuan program pertemuan harus melakukan sebuah kampanye pendidikan yang memanfaatkan saluran media penargetan konstituen tertentu, seperti pembuatan kebijakan masyarakat.

Di tingkat akar rumput, mengintegrasikan program ke dalam kehidupan sehari-hari memastikan bahwa generasi baru yang memiliki pandangan konservasi yang lebih baik.  Metode yang diterapkan di bidang pendidikan lingkungan dapat dibuat  program khusus dan dalam bentuk aktivitas (misalnya, kertas daur ulang, pengumpulan sampah selektif, memandu tur ekologi SMP, kebun bersama) yang melibatkan kelompok pemuda. Yang juga berguna untuk memasukkan penduduk lokal dalam aspek program yang menyenangkan, seperti pelepasan tukik. Dengan cara ini, penyu bertindak sebagai "spesies unggulan", mendorong kepekaan ekologi umum dan keprihatinan.   Terisolasinya program konservasi yang tidak memiliki dukungan publik menjadi rapuh dan rentan. Kemungkinan untuk succes jangka panjang meningkat dengan dukungan di semua tingkat, dari menteri sampai nelayan. 


Program pelatihan Bagi Mahasiswa

Program pelatihan dan magang bagi mahasiswa , atau posting mahasiswa pascasarjana memberikan pengalaman praktis dan sangat penting dalam mendidik konservasionis masa depan dan manajer sumber daya alam. Magang harus mengekspos tidak hanya untuk biologi penyu, tetapi juga untuk realitas dan kesulitan program konservasi. kursus yang diajarkan di sekolah tidak sering termasuk interaksi masyarakat, penggalangan dana, dan representasi institusional dalam berbagai situasi kehidupan nyata. Pada program saat yang sama juga membuat penelitian yang melengkapi kegiatan-kegiatan konservasi prioritas.


Evaluasi Keberhasilan program

Faktor berikut harus dipertimbangkan ketika mengevaluasi keberhasilan program:

1. Jumlah anggota masyarakat yang terlibat dalam program konservasi, produksi, dan upaya pemasaran dan jasa terkait lainnya, atau menerima manfaat tidak langsung dari program;

2. Peningkatan kualitas hidup di tingkat masyarakat (misalnya, pendidikan, pendapatan per kapita, akses terhadap barang konsumen, kesehatan);

3 penurunan jumlah : telur yang diambil orang,  individu betina dewasa yang mati, dan penyu yang tertangkap sengaja atau sengaja oleh kapal perikanan;

 4 .Implementasi  yang spesifik, undang-undang yang efektif untuk perlindungan penyu laut;

5. Terciptanya dan dukungan untuk kawasan lindung yang bermanfaat bagi penyu laut;

6. Laba yang dihasilkan oleh produk program, dan persentase diinvestasikan dalam perlindungan penyu laut dan dalam program komunitas lokal; 7. peningkatan jumlah anggota masyarakat  dalam mendukung program konservasi penyu (HF)


Diterjemahkan dari judul asli : Reducing threats to turtles

Penulis : Maria A.G.d.M dan Joca C. A. Thome

Buku : research and management technics for the conservation of sea turtle

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sah! Gubernur Papua Barat Keluarkan PERGUB UPTD TP Jeen Womom

Penantian yang ditunggu Pemerintah Kabupaten Tambrauw terjawab sudah, setelah ditetapkan Menteri  menjadi Taman Pesisir Jeen Womom pada Des...