Selasa, 28 Agustus 2012

PENGAMBILAN TELUR PENYU BELIMBING (Dermochelys coriacea) DI PANTAI WARMON MULAI MARAK




Pengambilan telur penyu belimbing di Pantai Warmon  pada tiga bulan terakhir ini semakin marak.  Hal ini berdasarkan laporan seorang   patroller local  WWF  (Feri Werimon) yang melakukan monitoring di pantai tersebut.  Konflik horizontal tentang kepemilikan hak ulayat di pantai ini menjadi  salah satu alasan mengapa pengambilan oleh oknum masyarakat kampung Wau, selain   kurangnya sosialisasi dan penyadaran tentang pentingnya pelestarian penyu belimbing yang menjadi maskot kabupaten Tambrauw 3 tahun terakhir.  Sebelumnya masyarakat kampung Wau   dan pemilik hak ulayat telah membuat kesepakatan dengan WWF untuk tidak  mengambil telur penyu di pantai.   Informasi yang di dapat bahwa telah dipasang tanda larangan pengambilan telur oleh patroller tersebut.  Namun tanda larangan tersebut di rusak oleh oknum masyarakat  yang belum diketahui.    Hal ini sangat mengkhawatirkan jika tidak ada reaksi dari pemerintah daerah untuk menyadarkan atau menghentikan pengambilan telur penyu belimbing  di Pantai Warmon.   Laporan WWF Indonesia  dan peneliti UNIPA tentang keberadaan penyu belimbing di Jamursba medi dan Warmon dekade terakhir ini mengalami penurunan drastis.    

Produksi tukik di pantai Jamursba medi dan Warmon  merupakan satu-satunya cara meningkatkan populasi penyu belimbing di masa depan. Jika telur penyu belimbing terus diambil maka tidak ada lagi produksi tukik penyu belimbing.  Oleh karena itu peran Forum kolaborasi kawasan essensial  yang sudah terbentuk perlu digerakkan untuk mengatasi masalah perburuan telur di pesisir Abun Tambrauw- Papua Barat (HF).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sah! Gubernur Papua Barat Keluarkan PERGUB UPTD TP Jeen Womom

Penantian yang ditunggu Pemerintah Kabupaten Tambrauw terjawab sudah, setelah ditetapkan Menteri  menjadi Taman Pesisir Jeen Womom pada Des...